Posted by: arsetyo | October 24, 2009

Upss my charade “panas dalam” oi…

Sesuatu yang “terlalu” itu tentu ngga baik, apalagi kalo namanya panas, wah bisa berabe bukan ngga baik lagi tapi dah “berbahaya”, contohnya kalo terlalu panas dibadan disebut orang “demam” n kalo ngga didinginkan maka bisa merembet jadi penyakit yang lain, ada juga istilahnya panas ditenggorokan disebutnya “panas dalam” :) kedua-duanya bisa “berbahaya” secara fisik bagi tubuh kita n ada juga yang lebih berbahaya lagi, karena bisa merusak “mental”, namanya “panas hati” he he he maksa banget ya :p , nah begitupun juga dengan peralatan, sama seperti badan kita, kalo dah kena “demam” yah berbahaya, bisa merembet ngerusakin yang lain-lain, n musti didinginkan n dicari sumber penyebab demam itu.

Kalo ditrafo ada istilahnya “hot spot” yang menyebabkan overheating dan ujung-ujungnya bisa bikin trafo meleduk, maka mungkin juga di mobil ada hot spot karena sekarang entu mobil terindikasi telah kena gejala demam alias panas dalam alias bahasa jawanya “overheating” he he he :) . Jadi ceritanya begini, baru-baru ini aku ngangkat charade 90-an, dasarnya awam tentang mobil n pengen belajar maka penasaran aku cek kondisinya, setelah sebelumnya ngecek mesin maka sekarang giliran ngecek sistem pendinginnya. Karena masih awam tentang oto, tentu setelah nanya sana sini ama montir, n jawabnnya ngga memuaskan karena mereka ada misi “pribadi” dalam jawabannya, maka aku carilah informasi ke “orang ter “pinter” sejagad” yang cukup independen alias mbah google :) dan akhirnya dapat juga paper yang membahas sistem pendingin charade ini. Thx to mas Arifian n Unnes tentunya yang telah menshare skripsi tugas akhirnya yang berjudul ”Analisis gangguan dan cara mengatasi sistem pendingin pada mesin daihatsu charade”. Bagi temen-temen yang pengen baca-baca bisa mendownloadnya disini.

Dipaper ini dijelaskan bahwa,” Pada mesin efisiensi kerja mesin yang baik suhunya sekitar 80o C, karena pada suhu itu mesin dapat bekerja dengan optimal. Apabila mesin suhunya sekitar 70o C, maka mesin tidak bekerja dengan optimal dan tidak efisien. Apabila mesin suhunya 90o C atau lebih maka mesin akan mengalami over heating. Untuk menghindari hal demikian maka mesin perlu didinginkan untuk mempertahankan pada suhu kerja mesin dan agar mesin dalam kondisi stabil “.

Sebenarnya dipanel sudah tersedia indikator suhu mesin, dan disitu terdapat skala overheating, ini penunjukan suhu mesinku dari indikator ini.
panel


Kalo dari indikator ini maka suhu mesinku masuk kategori aman, karena penunjukannya masih seperempat, dari milist cwindo aku dapat informasi bahwa berdasarkan pengalaman kalo penunjukan indikator suhu dibawah setengah maka suhu mesin dikategorikan aman, tetapi kalo disentuh tutup mesin maka terasa panasnya tidak wajar, akhirnya karena penasaran n juga sebelum memutuskan untuk mengecek sistem pendingin kebengkel, maka berbekal multimeter cadik cm-888c seharga 65 rebu dari jaya plasa – bandung yang sudah dilengkapi dengan thermometer,maka aku coba ukur suhu outlet mesin, suhu outlet mesin ini aku ukur dari pipa keluaran mesin ke radiator.

wiring

sensor

thermo

Dari pengukuran itu diperoleh suhu outlet mesin mencapai diatas 90 oC, hal ini berarti charadeku telah overheating n perlu dilakukan pengecekan sistem pendingin, n dengan pengukuran itu kita juga bisa ngelihat suhu dimana kipas radiator mulai jalan, yaitu sekitar 93 oC. Hal ini sudah sesuai dengan yang disampaikan dipaper bahwa disistem pendingin charade terdapat water temperatur switch diinlet yang berfungsi untuk mengaktifkan kipas radiator ketika suhu coolant diatas 93 oC, n ketika suhu sudah turun maka kipas kembali off. Seep berarti water temperatur switchku dalam kondisi OK.
Dari sini dapat dianalisa, tentunya berdasarkan papernya mas Arifian, bahwa kemungkinan terjadi overheating bisa disebabkan:
- Sistem pendingin bocor –> kalo dari tampak luarnya kayaknya ngga ada kebocoran tapi belum tahu kalo terjadi kebocoran kedalam mesin, so kemungkinan root cause ini perlu dipertimbangkan, n solusinya ya bongkar daleman sistem pendingin ke bengkel.
- Radiator tersumbat –> bisa tersumbat di mulut pipa-pipa air, di pipa-pipa airnya, n juga bisa di inti radiator, so solusinya radiator perlu dibersihkan, n musti dibawa kebengkel juga.
- Thermostat tidak bekerja –> kemungkinan overheating bila thermostat macet ketika valve dalam kondisi tertutup sehingga aliran coolant tersumbat, so ini musti dibongkar, dicek thermostatnya n kalo perlu diganti.
- Pompa airnya rusak –> bisa menyebabkan sirkulasi coolant tidak optimal n menjadi panas dalam, so perlu dicek juga kondisi pompanya.
- Water jacket tersumbat –> wah ini musti ngecek ke blok mesin kali ya.
- Tutup radiator bocor –> kayaknya kemungkinan ini cukup kecil, karena tutup radiatornya habis tak ganti minggu kemaren.
So dari pengecekan sederhana ini, bisa jadi “bekal” sebelum dibawa kebengkel radiator,apalagi kalo bengkelnya kita belum kita kenal, biar ngga kena tipu-tipu he he he :) , kan udah jadi rahasia umum kalo ke bengkel tuh musti tau dulu permasalahannya kalo ngga bisa dibawa merembet kemana-mana n ujung-ujungnya keluarin biaya tinggi untuk hal-hal yang ngga perlu. N juga kayaknya bisa jadi masukan waktu berburu mobil bekas perlu membawa senjata multimeter cadik ini, biar bisa tahu kondisi suhu mesin yang sebenernya, ngga cuma dari ‘nebak’ dari indikator suhu yang kadang penunjukannya kurang beres :)


Leave a response

Your response:

Categories